Minggu, 24 Januari 2016

AIR PANAS CIMANGGU

AIR PANAS CIMANGGU


 
Pemandian air panas yang populer di kawasan Cimanggu Ciwidey ini masuk dalam daftar obyek menarik yang terletak di Bandung Selatan. Belakangan ini cukup banyak wisatawan yang datang ke tempat berendam yang nyaman ini. Apalagi diyakini air panas di kawasan ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Memang, saat ini pemandian menakjubkan Cimanggu bukan sebagai tujuan utama, tetapi sebagai pelengkap, karena berada di dekat Kawah Putih Bandung. Sehingga sangat tepat jika anda menyatukan kunjungan ke kawah tersebut dengan rekreasi dan berendam di kolam air panas bermanfaat di Ciwidey ini.
cimanggu ciwidey
Pemandian Cimanggu
Tempat Wisata Cimanggu Ciwidey ini termasuk dalam kawasan taman alam hutan lindung, memiliki luas areal 145 Hektar, serta berlokasi di ketinggian 1225 hingga 1350 meter di atas permukaan air. Kawasan hutan lindung yang memiliki banyak species pepohonan besar seperti Baros, Kihujan, Kitembaga, Saninten, Puspa, Rasamala dan Pinus. Uniknya, kawasan hutan lindung ini juga sebagai pusat konservasi satwa liar seperti kancil, macan kumbang, rusa serta berbagai jenis burung. Sebagai kawasan taman wisata alam hutan lindung, maka Cimanggu Ciwidey adalah menjadi tempat wisata alam di Bandung yang layak untuk anda kunjungi. Keindahan alam yang masih alami, hutan hujan tropis yang menawarkan sensasi udara yang sangat dingin dan juga fresh adalah sebagai sesuatu yang istimewa dan spesial buat pengalaman berlibur bagi wisatawan.
Pemandian Air Panas Cimanggu yang terkenal karena sangat alami serta khasiatnya untuk kesehatan, berasal dari sumber air panas belerang. Selain itu di kawasan wisata Cimanggu Ciwidey tersedia area bermain seperti Playing Ground, Kayak, Flying Fox, Hi-Rope, ATV dan persewaan kuda. Di tempat ini juga tersedia cottages dan hotel serta penginapan sederhana, yang memberikan berbagai fasilitas menarik termasuk SPA dan berendam di air panas. Bahkan dari tempat ini, perjalanan anda cukup mudah jika dilanjutkan ke situ Patenggang Bandung.
 

KEBUN TEH RANCA BALI

KEBUN TEH RANCA BALI


 Perkebunan Teh Ranca Bali berada pada level ketinggian 1.628 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan panorama alam khas perkebunan teh yang berbukit dan berkelok-kelok. Hamparan pepohonan teh yang tertata rapi dengan udara yang sangat sejuk menjanjikan kesan yang tak biasa kepada siapapun pengunjungnya. Perkebunan teh ini mengolah dua komoditi yakni teh dan kina yang didukung oleh pabrik pengolahan CTC dan Orthodoks.
Perkebunan teh ini terlihat sangat indah dan menawan yang keberadaannya tepat di pinggir jalan, dimana umumnya berada pada posisi yang lebih rendah dari pinggiran jalan serta susunannya yang rapat, menjadikan perkebunan ini layaknya hamparan babut hijau segar yang menyiramkan nuansa dan suasana sejuk, indah, tentram, sehingga tak cukup alasan untuk tidak mengunjunginya.
Keindahan perkebunan teh yang menghijau semakin terpadu dengan keberadaan beberapa buah air terjun kecil bertingkat di tepian-tepian pohon teh yang berada di sebelah kanan jika tengah menuju objek wisata lain Situ Pateungan. Pucuk-pucuk daun teh dengan daun yang berwarna hijau kekuningan, berketiggian hampir merata antara satu dengan lainnya yang mengikuti konstur tanah menjadikan perkebunan ini ibarat permadani yang maha luas dan indah.
Perkebunan Teh Ranca Bali yang dikelilingi perbukitan hijau, menambah keindahan pemandangan. Keindahan mosaik Perkebunan Teh Ranca Bali seperti inilah yang selalu menggoda siapapun untuk sejenak berhenti dan memotret. Memandang hamparan hijau Perkebunan Teh Ranca Bali ini layaknya seperti sedang menikmati seni instalasi yang sesungguhnya. Di sana-sini terdapat pohon-pohon kecil yang ikut memberi suasana pada pemandangan. Sulit dipercaya jika mosaik indah di Perkebunan Teh Ranca Bali seperti ini bukan sengaja diciptakan oleh seseorang yang memiliki cita rasa seni yang baik.

CIPANAS GARUT

CIPANAS GARUT


 
Keistimewaan wisata ini ialah air panas yang mengalir dari pengunungan dengan panorama alam yang indah dan udara yang sejuk. Selain itu hangatnya air dikawasan ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin memanjakan tubuh, melepas penat, merilekskan tubuh yang terasa pegal. Karena sumber air panas ini mengandung berbagai jenis mineral yang sangat baik dan bermanfaat untuk kesehatan bahkan sebagian orang percaya dapat menyembuhkan penyakit rematik dan penyakit kulit lainnya. Disini juga terdapat wahana air Waterboom yang sangat menyenangkan untuk anda dan keluarga anda.
CIPANAS 0041 IMG_0015
Nah bagi anda yang ingin menikmati pemandangan disini juga tersedia pelayanan untuk aktifitas Hiking dan Paralayang. Atau anda ingin berjalan –jalan bersama keluarga menikmati perkampungan yang tentunya dengan suasana pedesaan yang khas. Tak hanya wisatawan lokal wisatawan mancanegara juga ada yang berkunjung kesini. Bagi anda yang ingin menikmati suasana malam kota garut disini juga terdapat penginapan atau hotel yang tak jauh dari pemandian, bahkan banyak pemandian yang menyediakan fasilitas penginapan. Selain itu akses yang mudah membuat Cipanas menjadi salah satu tempat wisata favorit di Kota Garut. Suasana yang rileks dan menenangkan akan mudah anda dapatkan di cipanas ini. Sekian info untuk wisata Pemandian Air Panas Cipanas Garut semoga dapat bermanfaat bagi anda dan menjadi referensi liburan anda berikutnya.

CANDI CANGKUANG

CANDI CANGKUANG



 candi Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat.[1] Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda. Candi ini terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.


Desa Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur. Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata 'Cangkuang' sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus), yang banyak terdapat di sekitar makam, Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur Kampung Pulo. Daun cangkuang dapat dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus. Cagar budaya Cangkuang terletak di sebuah daratan di tengah danau kecil (dalam bahasa Sunda disebut situ), sehingga untuk mencapai tempat tersebut melalui jalur utama, pengunjung harus menyeberang dengan menggunakan rakit. Aslinya Kampung Pulo dikelilingi seluruhnya oleh danau, akan tetapi kini hanya bagian utara yang masih berupa danau, bagian selatannya telah berubah menjadi lahan persawahan. Selain candi, di pulau itu juga terdapat pemukiman adat Kampung Pulo, yang juga menjadi bagian dari kawasan cagar budaya.[1]
Candi Cangkuang terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Cangkuang pada koordinat 106°54'36,79" Bujur Timur dan 7°06'09" Lintang Selatan. Di Wikimapia [1]. Selain pulau yang memiliki candi, di danau ini terdapat pula dua pulau lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.
Lokasi danau Cangkuang ini topografinya terdapat pada satu lembah yang subur kira-kira 600-an m l.b.l. yang dikelilingi pegunungan: Gunung Haruman (1.218 m l.b.l.) di sebelah timur - utara, Pasir Kadaleman (681 m l.b.l.) di timur selatan, Pasir Gadung (1.841 m l.b.l.) di sebelah selatan, Gunung Guntur (2.849 m l.b.l.) di sebelah barat-selatan, Gunung Malang (1.329 m l.b.l.) di sebelah barat, Gunung Mandalawangi di sebelah barat-utara, serta Gunung Kaledong (1.249 m l.b.l.) di sebelah utara.

GUNUNG PAPANDAYAN

GUNUNG PAPANDAYAN



Gunung Papandayan adalah gunung api strato[2] yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 ยบ C.
 Potensi flora di dalam kawasan gunung ini diantaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid (Magnolia sp ). Sedangkan potensi fauna kawasan diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus ), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang ( Pycononotus aurigaste )[3]
 
Daya tarik Wisata Beberapa lokasi yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan diantaranya: • Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. • Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. • Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan : 1. Menikmati keindahan dan keunikan alam 2. Lintas alam 3. Berkemah 4. Memotret 5. Mandi air yang mengandung belerang, untuk pengobatan penyakit kulit.

Letusan

Dalam catatan sejarah, Gunungapi Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus diantaranya pada 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002[4]. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2957 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km[5].
Pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan. Pada 25 Januari 1924, suhu Kawah Mas meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celcius. Sebuah letusan lumpur dan batu terjadi di Kawah Mas dan Kawah Baru dan menghancurkan hutan. Sementara letusan material hampir mencapai Cisurupan. Pada 21 Februari 1925, letusan lumpur terjadi di Kawah Nangklak. Pada tahun 1926 sebuah letusan kecil terjadi di Kawah Mas.
Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat. Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2....



Jumat, 22 Januari 2016

RANCA BUAYA

RANCA BUAYA



 Pantai Rancabuaya adalah salah satu objek wisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Pantai yang memiliki batu-batu karang besar ini langsung berbatasan dengan Samudera Hindia sehingga memiliki ombak yang cukup besar. Yang menarik dari pantai ini adalah banyaknya batuan karang yang cukup besar, juga terdapat tebing batuan yang cukup tinggi serta adanya air terjun (Bahasa Sunda: curug) yang langsung menghadap ke pantai. Hal lain yang menarik yaitu banyaknya ikan-ikan kecil yang terperangkap di karang-karang yang terbawa oleh ombak.
 antai Rancabuaya merupakan tipe pantai berbatu karang sehingga kurang cocok untuk berenang. Pantai Rancabuaya sendiri merupakan pantai pelabuhan sehingga anda bisa mendapatkan ikan hasil tangkapan langsung dari nelayan ataupun dari warung di sekitar pantai. Status kepemilikan dari tanah di area pantai Rancabuaya adalah sebesar 70% merupakan tanah milik dan sisanya merupakan tanah desa. Pengelolaan wisata di area Pantai Rancabuaya dilakukan oleh kelompok penggerak pariwisata (kompepar) yang terdiri dari masyarakat setempat. Pantai Rancabuaya memang kurang promosi sehingga kurang begitu terkenal. Namun pantai ini memiliki potensi wisata yang cukup besar yaitu dengan adanya akses jalan yang cukup lancar dan mulus sehingga mudah dijangkau. Saat ini sedang dilakukan pembangunan infrastruktur baru.
 

SANTOLO

SANTOLO



 Pantai Santolo adalah sebuah pantai yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Garut tidak hanya terkenal dengan Jeruk Garut tetapi salah satu pantai yang populer terdapat di Kabupaten Garut yaitu Pantai Santolo. Terletak di kec. Cikelet, sebelah selatan pusat kota Garut atau biasa disebut Garut Selatan, Garsel atau Garsela, jarak tempuh dalam waktu 3,5 jam perjalanan atau sekitar 88 km dari Garut Kota. Pantai ini cukup dikenal di kota Bandung dan merupakan daerah tujuan wisata . Kawasan Pantai Santolo merupakan berkumpulnya nelayan tradisional yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang indah. Juga merupakan daerah untuk kegiatan nelayan sebagai dermaga (pelabuhan) kapal ikan atau perahu yang ada di Pameungpeuk. Menikmati panorama pantai dan biota laut,merupakan aktivitas wisata yang dapat dilakukan. Tersedia juga sewaan perahu yang melayani wisatawan untuk menikmati deburan pantai ombak selatan yang cukup menantang. Selain itu kita bisa menikmati hidangan makanan laut yang segar dengan sajian yang sederhana. fasilitas yang dibutuhkan wisatawan cukup tersedia seperti losmen, kios-kios cinderamata dengan harga terjangkau.