Pantai Seminyak
Pantai seminyak (beberapa orang menyebutnya Pantai Dhyanapura) terletak kawasan Desa Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Pantai ini memiliki pasir
yang sangat lembut dan landai. Di dekat pantai ini terdapat banyak
restorant, hotel, maupun villa, sehingga banyak wisatawan mancanegara
dan wisatawan lokal yang datang.
Pantai ini terletak di sebelah utara pantai Kuta.
Atmosfernya hampir sama dengan pantai Kuta, namun karena lokasinya agak
jauh dari pusat keramaian Kuta, pengunjung pantai Legian dan Seminyak
tidak sebanyak pantai Kuta.
Kawasan Legian awalnya adalah sebuah desa agraris. Meski letaknya di tepi pantai, sebagian besar warganya hidup dari bertani. Hanya sebagian kecil warga Legian berprofesi sebagai nelayan.
Begitu kunjungan ke kawasan wisata Kuta semakin membludak, luberan
pengunjung mengarah ke Legian dan Seminyak yang letaknya bersebelahan.
Dua desa tersebut pun turut berbenah dan menyediakan berbagai fasilitas
untuk pelancong.
Pantai seminyak ini juga sering disebut dengan nama Pantai
Dhyanapura, sebuah pantai di Bali yang memiliki pasir lembut dan landai.
Banyak hal seru dan kegiatan dapat Anda lakukan ketika berkunjung
ke Pantai Seminyak. Sebagai sebuah pantai yang punya panorama keindahan
Matahari tenggelam yang cantik, Seminyak juga mengundang banyak sekali
wisatawan pada waktu petang akan menjelang.
Di garis pantai Seminyak, tampak deretan payung-payung yang memang
disediakan khusus untuk wisatawan (tamu) hotel yang ada di sekitarnya.
Saat malam akan menjelang, Seminyak menyuguhkan indahnya pemandangan
Matahari Tenggelam.
Pura Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.
Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali
di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke
laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin.
Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta
suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa
Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta
suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada
akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang
dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi
asal nama Pura Luhur Uluwatu.[1]
Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut.
Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi
sebagai penyangga kesucian pura.
Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat
kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura
Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan.
Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu,
terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura
Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku
Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu
adalah Dewa Rudra.[2]
Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah
pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar,
bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini
terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan
alam Bali yang memang amat cantik.
Ubud
Desa Ubud, daerah seni yang sangat sering disebut sebagai desa
bertaraf internasional. Semua orang yang telah mengenal tempat wisata
Ubud Bali pasti mengatakan, Ubud memang pantas untuk menyandang predikat
desa internasional. Sebagian besar dipinggir jalan di kawasan ubud
terdapat restaurant, hotel, galeri dan toko-toko yang menjual kerajinan
lokal.
Tempat wisata di Ubud Bali sangat terkenal terkenal, baik di
Indonesia maupun ke mancanegara, kecamatan yang memiliki lokasi yang
terletak di antara persawahan dan kawasan hutan diapit oleh
jurang-jurang dengan sungai, yang membuat lokasi ini, menggambarkan alam
yang sangat indah.
Selain karena kondisi alam, Ubud juga terkenal karena seni dan budaya
Bali dan sangat berkembang dari tahun ketahun. Sebagian masyarakat
Ubud, kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari unsur seni dan
budaya. Juga sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seniman.
Baik seniman lukis, seniman kerajinan tangan ataupun seniman tari.
Jika anda mencari galeri-galeri seni, maka anda harus datang ke Ubud,
karena di sini terdapat banyak galeri-galeri tentang seni, serta
pementasan seni musik dan seni tari, yang dipentaskan setiap malam
bergiliran di segala penjuru.
Selain itu di objek wisata Ubud juga terdapat hotel-hotel berbintang,
untuk para wisatawan menginap. Selain hotel berbintang, di objek wisata
Ubud juga banyak terdapat penginapan dengan harga yang murah. Mungkin
anda sering mendengar tentang pasar seni Sukawati, di Ubud juga terdapat
pasar seni dan lebih dikenal dengan nama pasar seni Ubud.
Ubud Art Market / pasar seni Ubud, juga menjual kerajinan lokal dengan harga murah seperti di pasar Sukawati.
Jika anda ingin mengunjungi desa Ubud, supir kami siap mengantarkan anda desa Ubud, jika anda menyewa kendaraan dengan supir di rental mobil Bali.
Selain itu, kami juga menyediakan tour murah di Bali secara khusus untuk tour di Ubud. Untuk lebih detail tentang paket tour ke Ubud, silakan klik link ini, paket tour Ubud.
Tanjung Benoa
Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan
pantainya. Tempat ini juga merupakan surganya wahana air seperti banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya.[1] Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.
Aktifitas wahana air sangat tergantung dari kondisi pasang surut air
laut yang dikenal istilah pasang purnama dan pasang tilem. Jika kena
pengaruh bulan mati (tilem), atraksi wisata laut baru bisa dilangsungkan
di atas pukul 11.00 hingga sore. Sebaliknya, kalau terkena pengaruh
pasang purnama (bulan penuh), wisatawan bisa memulai aktivitas wisata
tirta sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga sore hari biasanya
sampai jam 4 sore. Bibir pantai Tanjung Benoa memiliki laut yang aman,
nyaman dan indah. Karang lautnya masih lestari, sehingga ombak akan
pecah di luar, sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di pantai
Tanjung Benoa dikenal istilah ''laut dangkal'' dan ''laut dalam''.[2]
Pesisir pantai Tanjung Benoa mencakup tujuh lingkungan/banjar, enam
di antaranya masuk wilayah Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta
Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar
Tengkulung), sedangkan Banjar Terora masuk wilayah Kelurahan Benoa. Luas
keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya adalah luar
wilayah Banjar Terora. Dengan demikian luas wilayah Tanjung Benoa hanya
173,75 hektar
Danau Beratan Bedugul
Danau Bratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang terletak paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar, Danau Bratan terbilang cukup istimewa.
Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan tempat ini menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Bratan juga menyediakan beragam pesona dan akomodasi yang memadai.
Di tengah danau terdapat sebuah pura yaitu Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.
Lokasi Danau Beratan Bedugul terdapat di daerah pegunungan dengan
dikelilingi oleh suasana alam yang sangat asri. Di Danau Beratan Bedugul
terdapat sebuah pura yang bernama Pura Ulun Danu.
Pura Ulun Danu berada di pinggir Danau Beratan Bedugul dan menjadi salah satu daya tarik yang utama dari Danau Beratan Bedugul.
Disini para wisatawan juga bisa menikmati permainan air dengan menyewa perahu yang tersedia di Danau Beratan Bedugul.
Lokasi Bedugul terdapat di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Untuk dapat sampai ke Bedugul para wisatawan yang ingin berkunjung harus
menempuh jarak kurang lebih sekitar 6 km jika dari Bandara Ngurah Rai.
Dan apabila Anda menempuh perjalanan dari Kota Singaraja jaraknya sekitar 41 km melewati perjalanan darat.
TANAH LOT
Tanah Lot merupakan tempat wisata di Bali yang wajib
dikunjungi karena memiliki keindahan alam yang luar biasa, terutama
pada waktu matahari akan terbenam.
Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia.
Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di
atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.
Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura
Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari
terbenam.
Di Tanah Lot terdapat 2 Pura yang merupakan sebuah pura tempat untuk
memuja dewa laut. Pura Tanah Lot ini terdapat di atas sebuah batu karang
yang besar dan ada di pinggir laut.
Ketika air laut sedang pasang, anda tidak bisa mendekat ke Pura Tanah
Lot dikarenakan sekitar batu karang yang menyangga Pura Tanah Lot ini
akan dikelilingi air laut.
Pada waktu air laut surut Anda bisa melihat beberapa ular laut yang
jinak disini dan menurut penduduk setempat, ular ini adalah penjaga Pura
Tanah Lot. Selain itu, di lokasi wisata yang satu ini Anda juga
bisa memegang ular suci yang jinak tersebut dan tidak membahayakan.
PANTAI SANUR
Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar.
Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta [1].
Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan
snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat
digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.
Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.
Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai
Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau
Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik,
bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari
Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat
dari sana.
Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit.
Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi
pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu
Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang
sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak
berbahaya.
Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang
di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih
yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa
duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak
dijajakan pedagang kaki lima.
Sepanjang tempat wisata pantai Bali ini sekarang sudah dilengkapi
dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil
serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini.
Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi
pantai. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area
pejalan kaki yang seringkali digunakan sebagai jalur jogging oleh
wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan
melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga
wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di
pagi hari.